Akibat kelebihan eritrosit ini adalah terjadinya polisema. Polisitemia adalah sebuah kondisi yang terjadi karena kandungan eritrosit terlalu tinggi dalam tubuh. Darah akan menjadi sangat kental dan tidak bisa beredar ke semua bagian tubuh dengan baik. Akibat kelebihan eritrosit yang menyebabkan darah kental ini, akan mendatangkan gangguan Hemoglobin dalam sel darah merah dapat memberi warna merah pada darah. Sehingga, orang yang kekurangan zat besi warna darahnya cenderung tidak terlalu merah. Selain di bagian dalam kelopak mata bagian bawah, kulit pucat pada orang yang kekurangan zat besi bisa terlihat di wajah, gusi, dan bibir. 3. Sesak napas Kandungan oksigen tersebut tidak dapat berfungsi di hemoglobin ketika darah memiliki gas beracun tersebut. Ketika paparan terus terjadi, semakin banyak kandungan karbon tersebut di dalam darah, sehingga darah kehilangan kemampuannya untuk membawa oksigen yang cukup. Saat tubuh kekurangan oksigen, beberapa fungsi tubuh menjadi terganggu. dilihat pada proses sintesis hemoglobin. Kadar timbal dalam darah 10 μg/dL sudah dapat menyebabkan gangguan pada sintesis hemoglobin dengan penghambatan pada aktivitas enzim δ-aminolevulinat dehidratase (ALAD). Oleh karena itu, kadar Pb dalam darah yang tinggi dapat mengakibatkan menurunnya kadar Hb darah. Kekurangan kalium (hipokalemia) adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah lebih rendah dari batas normal. Penyebabnya meliputi konsumsi alkohol berlebihan, penyakit ginjal kronis, hingga diare. Untuk mengatasinya, dokter bisa merekomendasikan suplemen kalium atau konsumsi makanan tinggi kalium. Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari. Sehingga jika seseorang kekurangan hemoglobin maka darah akan kekurangan oksigen. → Jadi jawaban dari pertanyaan ini adalah D. Pembahasan. Eritrosit berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Hemoglobin yaitu suatu protein yang mengandung senyawa hemin dan Fe. Setiap molekul hemoglobin dapat berikatan dengan empat molekul oksigen. Kadar hematokrit yang tinggi menunjukkan tingginya kadar sel darah merah dalam tubuh. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit berbahaya, seperti: 1. Polisitemia Vera. Polisitemia vera terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh terlalu banyak. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker darah yang sangat berbahaya. Anemia (rendahnya jumlah sel darah marah, karena kekurangan oksigen) Kontaminasi sianida (bahan kimia yang biasanya digunakan untuk membuat plastik) Gejala Hipoksia. Gejala hipoksia dapat bervariasi setiap orangnya. Namun, umumnya menimbulkan gejala berikut ini: Kesulitan bernapas (dyspnea) Pusing; Detak jantung cepat (tachycardia) Napas cepat Kekurangan zat besi berarti lebih sedikit oksigen yang dialirkan ke anggota tubuh, termasuk tangan dan kaki. Kekurangan oksigen membuat seseorang kesulitan mengatur suhu tubuh, sehingga tangan dan kakinya terasa dingin. 9. Tidak nafsu makan. Kehilangan nafsu makan juga dapat menjadi tanda kekurangan zat besi. Jika proses produksi ini tidak sempurna maka akan mengakibatkan anemia. Penyebab umumnya adalah pola makan yang tidak seimbang. 6. Dehidrasi. Penyebab kurang darah yang berikutnya adalah dehidrasi. Komposisi tubuh dan darah manusia yang utama adalah air. Jika terjadi dehidrasi maka volume darah juga akan mengalami penurunan. 7RufPEV.